Office: 0217821186 - Whatsapp: 08569877879 / 08176410727 / 082133808338 jpwindonesia@gmail.com

Dalam dunia mesin espresso baik untuk home use dan profesional, hal terpenting yang harus diperhatikan adalah fitur dan fungsi boiler dari mesin tersebut. Boiler pada mesin espresso digunakan untuk menampung air yang nantinya akan dialirkan ke group head dan steam. Group head adalah bagian untuk menghasilkan espresso, dan steam adalah bagian untuk texturing milk (membuat susu menjadi kental, biasanya untuk minuman cappucino atau latte).

Saat ini dikenal 3 tipe boiler pada mesin espresso:

  1. Single Boiler
  2. Single Boiler with Heat Exchanger
  3. Double Boiler

Dari ketiga tipe tersebut, mana yang lebih baik? Pada artikel kali ini kami akan membahas nya lebih detail.

1. Single Boiler

single-boiler-machine

Jika kita perhatikan sistem pengaliran air pada gambar diatas, kita akan melihat proses air mulai dari water tank (tanki air) hingga menuju group head dan steam. Pada proses tersebut, air ditarik melalui pompa lalu dimasukkan kedalam boiler. Pada mesin espresso single boiler, air untuk brew dan steam menjadi satu. Sehingga proses brew dan steam tidak berjalan berbarengan atau bersamaan dalam satu waktu. Kita harus memilih apakah brewing dahulu ataukan steam dahulu. Umumnya barista akan melakukan brew terlebih dahulu, barulah melakukan steaming susu. Hal ini untuk mencegah suhu susu dan tekstur susu menjadi drop.

Mesin espresso single boiler mengharuskan kita untuk menunggu setelah brewing ke mode steam kurang lebih 2-5 menit. Hal ini karena setelah kita melakukan brewing, suhu harus diturunkan untuk berubah ke mode steam.

  • Standart Internasional suhu pada boiler brew: 93-95°C
  • Standart Internasional suhu pada boiler steam: 124-128°C

Perubahan suhu ini membuat single boiler harus menunggu sekian menit setelah proses brewing ke steam. Untuk mempercepat proses penurunan suhu, maka biasanya boiler di kosongkan terlebih dahulu air nya dengan cara membuka kran steam pada mesin sampai steam siap digunakan. Begitu juga setelah steam dan kemudian ingin brewing espresso, maka kran steam dibuka lebar dan kran brew/hot water juga dibuka, agar air dalam boiler cepat naik kembali suhu nya.

2. Single Boiler with Heat Exchanger (HX)

hx-mahcine

Single boiler with Heat exchanger adalah sebuah inovasi dari mesin espresso single boiler yang kemudian ingin melakukan brew dan steam secara bersamaan. Heat Exchanger ini bisa dikatakan fungsi nya untuk meringankan kinerja boiler. Pipa Heat Exchanger berisi air panas dengan suhu tertentu yang sudah di atur untuk brewing. Sedangkan suhu dalam boiler digunakan untuk proses steaming.

Air mengalir ke dua arah. Kedalam boiler dan ke dalam pipa Heat Exchanger. Suhu akan selalu stand by pada derajat tertentu sampai air gunakan dan boiler kosong. Biasanya pompa akan otomatis melakukan refilling ke dalam boiler dan pipa HX. Dengan teknologi ini, maka kini mesin single boiler dapat melakukan Steam dan Brewing secara bersamaan.

Kelamahan dari fitur HX ini adalah kestabilan dari suhu yang di hasilkan dalam boiler dan pipa HX. Beberapa mesin espresso dilengkapi dengan fitur PID (Propotional Integral Derivative) untuk menjaga kestabilan suhu sesuai keinginan si pemakai. Salah satunya adalah mesin espresso SORRENTO. Teknologi PID akan membuat suhu selalu stabil walaupun mesin sudah dipakai untuk brewing dan steaming kesekian puluh kalinya.

Mesin-mesin espresso dual group keatas, dengan kapasitas tangki yang besar (diatas 5L), hampir semua nya menggunakan teknologi HX. Sangat jarang mesin commercial dengan tangki besar tanpa menggunakan HX.

3. Double Boiler

dual-boiler

Teknologi Double Boiler dapat dikatakan sebagai teknologi pemanasan yang terbaik untuk saat ini. Pada mesin espresso double boiler, brew dan steam mempunyai boiler masing-masing. Kelebihan double boiler ini adalah suhu nya yang lebih stabil, karena masing-masing berdiri sendiri, tidak dalam satu tabung seperti single boiler heat exchanger.

Salah satu mesin espresso single group double boiler terbaik yang pernah dihasilkan adalah Alex Duetto III. Mesin ini juga sudah dilengkapi dengan dual PID, sebagai pengontrol suhu brew dan steam. Ini artinya suhu akan selalu stabil walau digunakan sampai cup ke seratus ataupun lebih. Walaupun Alex Duetto III single group head, tetap bisa digunakan untuk cafe dengan tingkat pengunjung yang cukup tinggi.

Kesimpulan nya adalah:

Jika Anda memiliki budget lebih, maka kami sarankan anda membeli mesin espresso double boiler. Jika Anda mempunyai budget terbatas, maka mesin single boiler sudah cukup, bisa digunakan untuk home espresso dengan intensitas penggunaan yang rendah. Jika Anda ingin membuka cafe dan membutuhkan mesin espresso double group atau lebih, pastikan memiliki kapasitas single boiler yang besar dan dilengkapi dengan heat exchanger.

Yang terpenting juga, belilah mesin espresso yang juga dilengkapi dengan fitur PID, untuk menjaga temperatur air selalu stabil di setiap sajian kopi Anda.